BALAIKOTA, depokupdate.id – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, pelestarian, dan pendaftaran naskah kuno, Senin 20 April kemarin.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal.
Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah menegaskan, naskah kuno merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Sebab, di dalam naskah kuno tersimpan berbagai jejak pemikiran dan tradisi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat saat ini.
“Namun saat ini, keberadaan naskah kuno menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik yang rentan rusak hingga masih minimnya kesadaran masyarakat dalam upaya pelestariannya,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Melalui kegiatan sosialisasi, Diskarpus berupaya mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno. Tidak hanya dalam hal penyimpanan dan perawatan, masyarakat juga didorong untuk mendaftarkan naskah kuno yang dimiliki agar dapat terdata dengan baik dan memperoleh perlindungan hukum.
Para peserta sosialisasi dapat memahami teknik dasar perawatan naskah kuno yang benar seperti pengaturan suhu dan kelembapan, penggunaan bahan penyimpanan yang tepat, serta penanganan yang tidak merusak fisik dokumen.
“Pendaftaran naskah kuno juga sangat penting agar keberadaannya tercatat secara resmi. Dengan begitu, upaya pelestarian dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut narasumber kompeten dibidangnya, diantaranya Dr. Aditya Gunawan, S.Pd., M.A. dari Perpustakaan Nasional RI, Dr. Yeni Budi Rahman, M.A. selaku peneliti dan dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Gerdi Wiratakusuma sebagai praktisi sastra grafis. Sosialisasi juga didukung oleh Laboratorium Filologi Departemen Susastra FIB UI.



