BALAIKOTA, depokupdate.id – Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjalani entry meeting Penilaian Pusat Keunggulan Pengadaan Barang dan Jasa (PKP-BJ) Proaktif oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Rabu (10/06/2026).
Penilaian tersebut dilakukan sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana UKPBJ telah beroperasi secara profesional, adaptif, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan kepada para pemangku kepentingan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk melengkapi dokumen tata kelola sebagai implementasi model kematangan proaktif. Penilaian ini menjadi tahap penting untuk menentukan kelayakan UKPBJ Kota Depok memperoleh predikat PKP-BJ Proaktif.
“Saat ini kami berada pada level 3 predikat proaktif dan sedang mengupayakan naik kelas menjadi PKP-BJ Proaktif. Hari ini merupakan pembuktian implementasi model kematangan untuk menjadi PKP-BJ Proaktif antara Tim Kapabilitas UKPBJ Kota Depok dengan Tim Penilai dari LKPP,” ujarnya.
Mangnguluang menjelaskan, UKPBJ Kota Depok berperan aktif dalam seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa, mulai dari perencanaan hingga serah terima pekerjaan.
Peran tersebut di antaranya sebagai bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Tim Digitalisasi Proses Persiapan dan Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa, serta melakukan pendampingan terhadap paket-paket strategis Kota Depok sampai tahap serah terima pekerjaan.
“Kami berharap penilaian ini berjalan lancar dan UKPBJ Kota Depok dapat ditetapkan sebagai PKP-BJ Proaktif. Targetnya, tahun ini memperoleh predikat PKP-BJ Proaktif, kemudian pada 2028 menuju PKP-BJ Strategis dan pada 2031 menjadi PKP-BJ Unggul,” katanya.



