Kadiskarpus Apresiasi Pelatihan Bijak Digital untuk Orang Muda Yang Diselenggarakan FKPD

by: YN
editor: PRM
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah membuka Pelatihan Bijak Digital untuk Orang Muda yang diselenggarakan oleh Forum Kesatuan Pelajar Depok (FKPD). (dok.Diskominfo).

BALAIKOTA, depokupdate.id – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, membuka Pelatihan Bijak Digital untuk Orang Muda yang diselenggarakan Forum Kesatuan Pelajar Depok (FKPD) di Aula Gedung Perpustakaan, Kamis (23/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk membekali generasi muda dengan kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Siti Chaerijah Aurijah mengapresiasi FKPD yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan era digital tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyaring informasi secara bijak.

Bacaan Lainnya

“Atas nama Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, saya mengapresiasi Forum Kesatuan Pelajar Depok yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat relevan dengan tantangan zaman,”

“Workshop ini bukan hanya mengajarkan bagaimana menggunakan teknologi digital, tetapi juga bagaimana menjadi generasi yang cerdas, kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan informasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Serahkan SK Pensiun Lima ASN Depok

Ia menjelaskan, derasnya arus informasi di ruang digital menjadikan literasi digital sebagai keterampilan yang wajib dimiliki setiap pelajar.

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, menggunakan media sosial secara santun, menjaga jejak digital, menghargai hak cipta, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di era digital saat ini, informasi hadir begitu cepat. Namun perlu kita ingat bahwa tidak semua informasi adalah kebenaran. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi bekal penting agar kita mampu memilah informasi yang benar dari hoaks, menggunakan media sosial secara santun, menjaga jejak digital, menghargai hak cipta, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: depokupred.com@gmail.com

Pos terkait