Agus menjelaskan, kebutuhan darah di RSUD KiSA tergolong cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, rumah sakit mencatat rata-rata kebutuhan darah mencapai 380 kantong per bulan, sedangkan rata-rata pasokan darah dari PMI Kota Depok sekitar 189 kantong per bulan. Kebutuhan terbanyak didominasi oleh komponen Packed Red Cell (PRC) golongan darah O.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, RSUD KiSA menjalin kerja sama dengan sejumlah Unit Donor Darah (UDD) PMI, yakni PMI Kota Depok, PMI Kota Tangerang Selatan, dan PMI DKI Jakarta.
“Sebagian besar kebutuhan darah RSUD KiSA dipenuhi oleh PMI Kota Depok. Dari total pemenuhan kebutuhan darah pada tahun 2025, sebanyak 293 kantong atau 77,1 persen berasal dari PMI Kota Depok,”
“Kemudian, 60 kantong atau 15,8 persen dipenuhi PMI Kota Tangerang Selatan, sedangkan 27 kantong atau 7,1 persen berasal dari PMI DKI Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas daerah tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan transfusi darah kepada pasien tetap berjalan optimal, terutama saat stok darah di salah satu wilayah mengalami keterbatasan.
Selain donor darah, kegiatan bakti sosial kali ini juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi calon pendonor dan masyarakat yang hadir.
Layanan tersebut terlaksana berkat kolaborasi RSUD KiSA dengan UPTD Puskesmas Sawangan, sehingga peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum mengikuti donor darah.
Harapannya, momentum Hari Donor Darah Sedunia dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sederhana, namun memberikan manfaat besar bagi keselamatan nyawa orang lain.
“Mari kita jadikan semangat Hari Donor Darah Sedunia sebagai inspirasi untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Karena setiap tetes darah yang kita berikan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup,” pungkasnya.



