Selain pembinaan, DKUM juga memberikan berbagai bentuk dukungan, seperti fasilitasi sertifikasi halal serta subsidi bunga pinjaman bagi pelaku UMKM yang mengakses kredit melalui Bank BJB. Pemkot Depok bahkan menanggung hingga 90 persen bunga pinjaman sebagai bentuk stimulus.
Namun, menurut Nelson, masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa memanfaatkan program tersebut karena terkendala persyaratan perbankan, terutama rekam jejak kredit atau BI Checking.
“Programnya sudah kami siapkan, bahkan bunga pinjaman kami bayarkan sampai 90 persen. Tetapi banyak yang gugur saat proses BI Checking. Itu memang menjadi kenyataan yang harus kita hadapi,” ungkapnya.
Karena itu, Nelson mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing dengan produk lain.
“Ke depan mereka harus memperbaiki diri dan mengikuti perkembangan zaman. Packaging harus menarik, pemasaran juga harus mengikuti tren. Kalau kita masih biasa-biasa saja sementara yang lain sudah tampil menarik di media sosial, tentu akan tertinggal. Untuk naik kelas, banyak aspek yang harus dibenahi,” tutupnya.



