CILODONG, depokupdate.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok menilai tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini bukan lagi soal permodalan, melainkan kesiapan mental untuk berkembang dan bersaing di era digital.
Sekretaris DKUM Kota Depok, Nelson Da Silva mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pembinaan dengan menghadirkan pelaku usaha sukses sebagai narasumber. Namun, tingkat keberhasilan UMKM setelah mengikuti program tersebut masih belum optimal.
“Kami sudah melakukan banyak pelatihan dan pembinaan, bahkan menghadirkan pelaku-pelaku usaha yang sukses. Tetapi pada ujungnya kita harus mengakui, tingkat keberhasilan setelah pelatihan masih di bawah 50 persen,” ujarnya di sela acara Jualan UMKM Sama-Sama (JUSS) di Kantor Kecamatan Cilodong, Sabtu (25/07/2026).
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan modal maupun tempat usaha, melainkan mental pelaku UMKM untuk terus maju, berkembang, dan memperbaiki diri.
“Ternyata setelah diteliti, bukan masalah permodalan, bukan masalah tempat, tetapi masalah mental. Mental untuk maju, mental untuk meningkat, mental untuk memperbaiki diri ini yang masih lemah,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM melalui penyediaan informasi, pelaksanaan berbagai event, hingga mengikutsertakan pelaku UMKM dalam pameran tingkat provinsi maupun nasional.
Langkah tersebut dilakukan agar pelaku UMKM memiliki wawasan yang lebih luas sekaligus keberanian untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Persaingan sekarang tidak mudah, apalagi di era digital. Orang sangat mudah berjualan lewat media sosial. UMKM kita juga harus berani masuk ke sana, tidak bisa hanya diam dan berharap pembeli datang sendiri,” jelasnya.



