Tarling Masjid Miftahul Khoir Bojongsari, Walikota Beberkan Program 

Penulis: adi apeng
Editor: adi

depokupdate.id, Bojongsari – Walikota Depok KH. Mohammad Idris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri, membawa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Miftahul Khoir, Jalan Mawar, Bojongsari, Senin (18/3/2024).

Bukan sekedar Tarling, ternyata Wali Kota Depok membawa sejumlah jajarannya itu guna memecahkan permasalahan yang ada di Bojongsari.

Sejumlah pertanyaan dan permasalahan yang dirangkum oleh Camat Bojongsari Rijal Farhan, dibacakan Walikota Depok dan bersama Kepala Dinas atau yang mewakili, persoalan di masyarakat itu terpecahkan.

Bacaan Lainnya

Seperti isu keamanan dan beberapa persoalan yang dikemukakan Walikota, permasalahan itu langsung dicari solusinya.
“Ada isu penting masalah keamanan perbatasan, disini kita cari solusinya. Ada juga isu pembangunan fasiltas publik, seperti kantor kelurahan yang belum terbangun,” ujar Idris.

Terkait persoalan pembangunan. Kantor Kelurahan, ia melemparkan kepada Sekda, guna memaparkan solusi dari hal tersebut.

Mendapat lemparan pertanyaan dari Wali Kota, Sekda kontan menjelaskan pada dasarnya sudah banyak alokasi pembagunan yang telah diberikan kepada wilayah bojongsari.

Namun untuk menjawab pertanyaan tersebut, Sekda melempar kembali bahwa, anggaran ada hanya saja itu kembali lagi bila disetujui Wali Kota, pasti itu akan terbangun.
“Untuk membangun satu kantor Kelurahan membutuhkan anggaran 6 sampai 7 milyar. Anggarannya ada pak Wali, tapi bila pak Wali setujui maka akan kita bangun,” tukas Sekda Supian sambil tersenyum.

Sementara itu, Kepala BP4D Kota Depok Dadang Wihana ketika ditanyakan Wali Kota terkait rencana pembangunan di wilayah Bojongsari, ia memaparkan bahwa jalan raya Ciputat – Patung akan dikembangkan menjadi Pusat Pelayanan Kota (PPK).

“Status jalan di Bojongsari ini jalan Nasional, tapi tahun 2025 Bojongsari akan kita jadikan pusat pelayanan kota (PPK),” terangnya.

Tahun depan, tambahnya, pihaknya sisir dan membuat Detail Engineering Design (DED) pedestrian Bojongsari.

Menyambut jawaban itu, Idris sontak menyampaikan bahwa Kota Depok mengantongi prestasi sebagai pembangunan kota terbaik se -Jabar dan Nasional masuk dalam 10 besar terbaik.

Selain itu, Idris juga mengemukakan, masalah banjir yang sumbernya dari saluran kali Angke. Yang terdampak ke Duren Mekar dan Pondok Petir.

“Bisa kita selesaikan secara menyeluruh bila ada kerjasama dengan tiga wilayah. Yakni, Bogor, Tangsel dan Depok, namun untuk kerjasama itu menjadi tanggung jawab pusat, bukan dirinya selaku Walikoota.

Terkait keamanan perbatasan, Idris mengutarakan gangguan kemanan yang kerap terjadi di Bojongsari, mungkin terjadi lantaran kurangnya perhatian.
“Mungkin karena kurang kepedulian kita terhadap anak-anak muda, belum tentu anak muda nakal. Harus kita dekati dan berikan mereka kasih sayang,” ulasnya.

Lantaran itu, tambahnya, Pemkot Depok sudah punya program namanya kampung KB. Program itu sudah berjalan di tingkat kelurahan dan tahun ini di tingkat kecamatan.
“Dalam program itu terdapat kegiatan untuk para pemuda, seperti kegiatan forum genre, Katar dan lainnya,” pungkasnya. (**).