“Anak-anak belajar bagaimana menanam bibit, kemudian merawatnya sampai menghasilkan. Sekarang mereka bahkan sudah mulai bertanya kapan pisangnya bisa dipanen. Kami menanam pohon pisang, pepaya California, cabai, dan berbagai tanaman lainnya,” jelasnya.
Sekolah juga rutin menggelar Gerakan Jumat Bersih setiap pekan. Dalam kegiatan ini, peserta didik bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah menggunakan perlengkapan yang dibawa dari rumah, seperti lap, kanebo, dan serokan.
“Ada yang membawa lap, kanebo, serokan lalu bersama-sama membersihkan perosotan, kaca, dan lingkungan sekitar sekolah. Walaupun sekolah sudah dibersihkan, anak-anak tetap kami libatkan agar terbiasa menjaga kebersihan,” katanya.
Eis menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga membentuk karakter anak melalui nilai tanggung jawab, kerja sama, dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai bumi, peduli terhadap lingkungan, dan memahami bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.



