“Sebenarnya bukan sampah yang kita olah, tapi kita sebagai manusianya juga perlu sadar diri mengelola sampahnya. Kita SWI harus menjadi pelopor disetiap daerah, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.
Ia pun meminta kepada DPW dan DPD yang hadir, untuk mendukung gerakan SWI Green Impact ini. Pasalnya, itu bukanlah wacana namun harus dimplementasikan atau diwujudkan.
“Saya mohon kepada seluruh wartawan yang di SWI maupun yang lain, mohon dukungannya bahwa gerakan SWI seluruh Indonesia ini nyata, tidak hanya omon-omon saja,” ucapnya.
Tak lupa Iskandar menyampaikan terima kasih kepada Pengurus DPW dan DPD SWI, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, Aktifis Lingkungan Depok Didiet, Ketua PWOIN Depok Benny Gerungan, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan perwakilan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menghadiri kegiatan tersebut.
Serta United Tractors, Apmiso, Yayasan Nur Iskandar Abadi, Vita Catering dan Plasticpay, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
Dalam Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) bareng, SWI menghadirkan Nara Sumber Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusli, S.Pi., M.Si. dan Staf Penggalangan Dukungan Publik (Publik Engagement) Eksekutif Nasional WALHI atau Eknas WALHI.
Kegiatan Ngopi bareng yang merupakan ikon SWI itu, menggagas gerakan pengurangan dan pemanfaatan sampah, agar sampah tidak lagi menjadi menjadi beban namun sebagai solusi mendapatkan uang.
Sedangkan dalam kegiatan Literasi Hukum yang dibawakan oleh Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mata Pena Keadilan Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes, SWI menggugah masyarakat agar bijak dalam bermedsos, sehingga terhindar dari jerat UU ITE.



