HUT ke-66 GKP, Hardiono: GKP Depok Harus Wujudkan Kasih yang Setara

PANMAS, depokupdate.com | Gereja Kristen Pasundan (GKP) Depok yang berlokasi di Kelurahan Depok, Kec. Pancoran Mas menyelenggarakan HUT-nya yang Ke- 66 Tahun Sabtu (07/08/2019). Syukuran ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Depok, drg. Hardiono., Sp.BM. dan Sekretaris Umum PGIS Kota Depok, Mangaranap Sinaga, S.E., M.H

Hardiono dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Jemaat GKP atas bertambahnya usia GKP Depok menjadi 66 Tahun. Sebagaimana Tema perayaan HUT kita di hari ini, “DALAM ANUGERAH ALLAH, KITA WUJUDKAN KASIH YANG SETARA”, Saya mengucapkan selamat bertambah usia bagi GKP Depok.

“Melalui kesempatan yang berbahagia ini, sebagai Sekretaris Daerah Kota Depok, saya mau mengajak seluruh Jemaat GKP Depok untuk bersama-sama kita wujudkan Kasih yang Setara itu dalam membangun Kota tercinta kita, Kota Depok. Sebagaimana yang dikatakan bahwa kita harus menciptakan kesejahteraan kota dimana kita berada” ajak Hardiono

Bacaan Lainnya

Saat ini, lanjut Hardiono, Pemerintah Kota Depok sudah mencanangkan dan akan terus menjalankan program-program pembangunan di Kota Depok, dengan mengacu pada Visi Kota Depok; Unggul, Nyaman dan Religius. Oleh sebab itu, untuk mencapai Visi ini maka Pemerintah Kota Depok berkomitmen dengan menjakankan Misi dan Program RPJMD.

” Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan transparan. Mengembangkan sumberdaya manusia yang religius, kreatif dan berdaya saing.” ucapnya

Ketiga, tambah Hardiono, mengembangkan Ekonomi yang mandiri, kokoh dan berkeadilan berbasis ekonomi kreatif. Kemudian membangun infrastruktur dan ruang publik yang merata, berwawasan lingkungan dan ramah keluarga.

” Dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan nilai-nilai agama dan menjaga kerukunan antar umat beragama, serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.” Tegasnya.

Berkaitan dengan apa yang disampaiakn oleh Sekda Kota Depok, Pdt. Elsa Tureay (Ketua Majelis Jemaat GKP Depok) mengawali khotbahnya beliau berpesan kepada Jemaat GKP untuk malakukan kasih yang setara tanpa memandang perbedaan.

“Kehidupan adalah anugerah Tuhan. Oleh karenanya, anugerah itu harus kita wujudkan dalam kasih yang setara. GKP haruslah menjadi gereja yang inklusif. Bahwa beban gumul kita tidak hanya lingkup gereja saja, tapi juga bagi lingkungan sekitar, bangsa dan negara. Bahwa dalam berjemaat, kita harus memiliki kepekaan dan kesadaran dalam melihat permasalahan yang terjadi. Ini adalah hal yang penting dalam mewujudkan kasih yang setara. Sebagaimana yang diajarkan, bahwa kasisilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” ucapnya.

Elsa juga berharap agar GKP kedepannya dapat menjadi gereja percontohan bagi gereja-gereja lainnya dalam bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PGIS Kota Depok, Mangaranap Sinaga, S.E, MH mengajak seluruh Jemaat GKP Depok untuk terus nyatakan kasih Tuhan bagi sesama, lingkungan dan negara.

 

“Usia GKP Depok yang Ke-66 Tahun ini adalah usia yang matang. Dalam bergereja, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Karena di luar sana banyak gereja-gereja tidak mampu bertahan” katanya

Sebagai gereja tertua kedua di Kota Depok, GKP adalah anggota PGIS Depok yang sampai saat ini rutin terlibat dalam program dan kegiatan-kegiatan PGIS Depok. Tentu ini adalah komitmen yang sejati, dimana gereja GKP mengambil peran dalam menjawab panggilan dan tugas gereja.

“Semoga kedepannya GKP Depok dapat menjadi garam dan terang Tuhan tidak hanya bagi lingkup gereja saja, tapi juga bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan negara, lebih khusus Kota Depok yang kita cintai ini” ucap Ranap mengakhiri.

Sementara itu, John Darwis, Ketua Komisi Hari Raya Gerejawi (KHRG) mengatakan bahwa saat ini GKP Depok memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.

“Ini adalah warisan dan budaya yang diturunkan oleh pendahulu kita (Pimpinan mula-mula GKP Depok). Bahwa membina hubungan yang baik dengan lingkungan adalah keharusan. Sebagaimana tema kita di hari ini, sudah beberapa kali kita wujudkan kasih yang setara itu melakui kegiatan lingkungan. Seperti baksos; bersih-bersih lingkungan dengan warga sekitar, pemeriksaan kesehatan gratis, bagi-bagi sembako gratis bagi masyarakat sekitar, dll.” Ungkap John.

 

Ia juga mengatakan bahwa pelayanan sosial tersebut bukan hanya program gereja semata, tapi lebih dari pada itu. Bahwa masyarakat adalah orang-orang yang harus ditolong dan dibantu. Bukan karena kebaikan kita (GKP), melainkan karena kasih Tuhan semata.

Sementara itu berkaitan Penelusuran Jejak Sejarah GKP Depok, Indra Yunus (Ketua Tim) dan Andi Suhandi Endong (Sekretaris Tim) mengungkapkan bahwa berdirinya GKP Depok bermula dari tenaga guru.

Melalui Andri Aceh (Ketua Tim Pendiri Gereja GKP Depok) tahun 1953 dikumpulkannya tenaga guru yang beragama kristen dan dikumpulkan dalam suatu perkumpulan.

Lambat laun, perkumpulan ini semakin banyak keanggotaannya. Sehingga oleh GPIB Immanuel Depok, diberikannya Tanah Sending milik Belanda untuk mendirikan GKP Depok. Yang tepatnya saat ini berdiri di Jl. Stasiun Depok Lama, Pancoran Mas.

Sementara itu berkaitan hububgan GKP Depok dengan lingkungan, Andi Suhandi Endong mengungkapkan bahwa dibnadingkan sekarang, GKP Depok dulu jauh memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.

“Jika dibandungkan sekarang, dukunya GKP Depok memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar” ucapnya.

Sementara itu, Indra Yunus menambahkan bahwa disaat sekarang ini bukan GKP Depok tidak memiliki hububgan yang baik. Kami tetap berkomunikasi dan membangun hubungan baik ini. Hanya saja yang menjadi persoalan ialah pendatang dari luar depok, yang tinggal dan menetap di sini.

“Beda budaya dan beda generasilah yang membatasinya. Oleh karena itu, ini juga adalah tantangan bagi kami. Terutama bagi generasi muda kami. Agar dapat meneruskan semangat pendiri GKP Depok ini dalam membangun hubungan dengan lingkungan masyarakat, bangsa dan negara.” tandasnya. (ANDRYjM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan