Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran foto heritage yang menampilkan perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa di Depok Historical Studio.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati suasana Depok Lama sekaligus mengenal lebih dekat sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota ini,” ujarnya.
Tidak hanya itu, para seniman akan terlibat dalam Festival Art Depok Lama dengan menghadirkan karya mural yang terinspirasi dari sejarah dan kehidupan masyarakat Depok.
Aktivitas tersebut diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus media edukasi budaya bagi masyarakat.
Memasuki sore hari, suasana akan semakin semarak dengan parade budaya yang melibatkan ratusan warga Kaum Depok.
Mengenakan busana tempo dulu, mereka akan berjalan dari Jalan Pemuda menuju kawasan YLCC, menghadirkan suasana yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.
“Parade budaya menjadi salah satu atraksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Depok dari masa ke masa,” tutur Startik.
Malamnya, kawasan Depok Lama akan berubah menjadi ruang nostalgia lintas generasi melalui acara Depok Lama Tembang Kenangan.
Lagu-lagu populer era 1970 hingga 1980-an akan mengiringi suasana hangat kebersamaan warga.
Festival hari pertama ditutup dengan penampilan Koplo Disko yang memadukan musik modern dengan semangat kebersamaan masyarakat.
Perayaan tidak berhenti di situ, Pada 28 Juni 2026, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan agenda internal YLCC berupa Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang dilaksanakan di GPIB Immanuel Depok.
Di hari yang sama, masyarakat juga masih dapat menikmati pameran foto sejarah di Depok Historical Studio, bazar UMKM, serta menyaksikan proses penyelesaian akhir mural yang menjadi bagian dari Festival Art Depok Lama.



