Camat Panmas Bilang, Tarling Tingkat Kota Depok Banyak Hikmah Yang Patut Kita Syukuri Pak Wali Selalu Bawa Solusi

Penulis: adi apeng
Editor: adi

depokupdate.id, Pancoran Mas – Camat Pancoran Mas (Panmas) Zikri Dwi Darmawan mengakui, banyak hikmah dari kegiatan Taraweh Keliling (Tarling) tingkat Kota Depok, yang diselenggarakan di Masjid Baitur Rahman, Jalan Caringin, Rangkapan Jaya, Rabu (27/3/2024).

“Alhamdulillah Tarling lancar. Terima kasih Ketua DKM, Lurah dan semua pihak yang telah membantu. Banyak hikmah yang ada dalam tarling Kota Depok ini, diantaranya silaturahim dan dialog pembangunan. Aspirasi dari masyarakat pun, tersampaikan ke pimpinan. Mudah-mudahan menjadi perhatian,” jelasnya.

Terkait rencana pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), yang disampaikan Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, saat dialog pembangunan, ia menyampaikan masyarakat Panmas, sangat menyambut baik rencana itu.

Bacaan Lainnya

“Rencana pembangunan madrasah Tsanawiyah, tentu saja masyarakat kami menyambut baik. Meskipun, ada beberapa aspirasi lain,” tuturnya.

Seperti, paparnya, Rangkapan Jaya masih kekurangan unit SDN, lantaran hingga kini baru ada satu. Walau nanti di kaji lagi, yang penting masyarakat telah sampaikan aspirasinya langsung ke Walikota.

Mengenai pembangunan saluran Jalan Caringin, yang Wali Kota perintahkan untuk jadi prioritas, Zikri mengutarakan belum tahu kapan realisasinya, yang penting sudah tersampaikan dan sudah menjadi kebutuhan.

Soal Masjid Mampang, ia mengemukakan, sudah ada kesepakatan relokasi, tinggal perkaranya kapan di realisasikan. Pasalnya, tandasnya, tanah untuk relokasinya, Pemkot harus dibeli dulu dan itu butuh proses.

“Untuk lahan relokasinya, jamah minta juga tidak terlalu jauh, maunya masih dalam lingkungan setempat, namun yang jadi kendalanya adalah pilihan lahannya,” urai Zikri.

Itu, tambahnya, kan buat kepentingan bersama, kepentingan semua. Maka, ia merasa relokasi itu akan berjalan, berkat bantuan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Karena memang, kebutuhan ibadah dan kepentingan umum, tidak boleh dipertentangkan. Walau alot, mudah-mudahan selesai,” pungkasnya. (**).