Terdapat tiga kategori produk yang dapat diusulkan, yaitu makanan dan minuman kemasan dengan kemasan baik serta daya simpan panjang; produk yang mendukung kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah umrah, serta produk kategori nutrisi, kesehatan, dan personal care.
“Harapannya, jamaah bukan hanya mendapatkan pengalaman ibadah yang nyaman dan bahagia, tetapi juga mengenal produk-produk berkualitas dari Depok. Jadi ketika mereka pulang dari Tanah Suci, ada cerita lain yang mereka bawa, yakni cerita tentang produk UMKM Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Muhammad Thamrin menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dapat menjadi salah satu akses bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
“Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan lokal kini memiliki peluang diperkenalkan kepada jamaah umrah dari berbagai daerah. Bahkan, produk tersebut berpotensi menjadi oleh-oleh maupun bagian dari pengalaman perjalanan ibadah jamaah,” ungkapnya.
Thamrin melanjutkan, DKUM Kota Depok akan memfasilitasi proses pengusulan produk. Sementara keputusan mengenai produk yang dipilih akan ditentukan oleh Tamsy Tour melalui proses seleksi dan kurasi.
“DKUM memfasilitasi rencana ini, namun produk apa yang akan terpilih adalah pihak Tamsy Tour yang akan menentukan. Tentu ada rasa bangga bagi produk UMKM yang terpilih nantinya,” katanya.
Untuk memberikan kesempatan yang lebih merata, setiap kecamatan akan diberikan kesempatan mengusulkan satu produk pada masing-masing kategori.
Produk yang diusulkan akan diseleksi berdasarkan sejumlah aspek, antara lain legalitas usaha, kualitas, keamanan, kemasan, daya simpan, kesesuaian dengan kebutuhan jamaah, serta kapasitas produksi.



