Peringati Hari TB Se-Dunia Kelurahan Tapos Gelar Sosialisasi dan Skrining Penyakit Menular Tuberkulosis

Penulis: Adi Apeng
Editor: Adi

depokupdate.id, Tapos – Untuk memberikan edukasi kesehatan Kelurahan Tapos Kecamatan Tapos Kota Depok kemaren Kamis (15/06/2023), melaksanakan kegiatan Skrining Kesehatan mengenai bahaya Tuberkulosis (TB).

Sosialisasi dan skrining terkait fakta TBC. Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada 24 Maret yang lalu. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor Kelurahan Tapos.

Tujuan dari tes skrining adalah deteksi dini untuk mengurangi risiko penyakit atau memutuskan metode pengobatan yang paling efektif. Tes ini tidak masuk dalam kategori diagnostik, tetapi digunakan untuk mengidentifikasi populasi yang diharuskan untuk menjalani tes tambahan untuk menentukan ada atau tidaknya penyakit.

Bacaan Lainnya

Lurah Tapos M. Soleh kemarin, mengatakan sosialisasi menghadirkan para ketua RW, ibu kader, seluruh stakeholder yang terkait, mereka adalah keluarga dan orang yang melakukan kontak erat dengan para penderita TB.
“Kegiatan ini punya Tema yang kami angkat yaitu kupas skrining dan fakta TBC. Mengingat, dalam rangka Hari TB Sedunia,” kata Lurah Tapos M. Soleh, Kamis (15/06/2023), diruang kerjanya.

Skrining Kesehatan meliputi, di antaranya Pemeriksaan X-Ray, TCM (Test Cepat Molekuler) atau yang disebut Pemeriksaan Dahak, TST (Tuberkulin Skin Test) atau yang disebut Test Mantoux, dan TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis).

“Skrining ini bisa mencegah penyebaran TB dengan mendeteksi orang-orang yang dicurigai terpapar TB agar dapat segera ditindaklanjuti dengan pengobatan yang baik,” ujarnya.

Tuberkulosis (TB) sendiri adalah penyakit menular langsung yang disebabkan Kuman Mycobacterium Tuberculosis. TB ditularkan melalui udara dari percikan (droplet) orang yang sakit TB pada saat berbicara, batuk maupun bersin.
“Pasien dengan penderita TB sangat berpotensi untuk sembuh, selama pasien tersebut minum obat dengan teratur. Pengobatan paling cepat selama sembilan bulan dan paling lama selama 12 bulan, tergantung kondisi pasien. Karena kami akan secara rutin memeriksakan dahak,” paparnya.

Dikatakannya, program ini sangat membantu masyarakat karena membuka peluang bagi mereka untuk bertanya sebanyak-banyaknya. Pihaknya menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya sehingga bisa menjawab semua pertanyaan yang disampaikan.
“Dengan adanya tema kegiatan ini, kami harap masyarakat tidak salah dalam memahami fakta dari TBC. Dalam kesempatan ini dibahas tuntas,” ungkapnya.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak menjauhi pasien dengan penyakit TB. Kendati menular, ini bisa dicegah dengan beberapa tindakan, salah satunya penggunaan masker. Jika batuk tidak kunjung sembuh, agar segera datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi dengan dokter,” tutupnya. (Adi).