Tingkatkan Layanan RLS Satu Data, Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor Luncurkan Aplikasi ‘Satu Tas’

BRITAJABAR.COM, BOGOR – Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor meluncurkan sebuah sistem informasi data terpadu sekolah hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor. Sistem informasi berbasis aplikasi itu diberi nama Satu Tombol Untuk Data Sekolah (Satu Tas), di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jumat (9/12/2022), yang lalu.

Aplikasi tersebut merupakan salah satu strategi Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor untuk mendongkrak nilai 8,4 RLS (Rata-rata Lama Sekolah) yang saat ini belum mencapai standar nasional dengan angka 8,54.

Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Fifi Hanafiah mengatakan, di dalam aplikasi Satu Tas tersebut, visitor akan mudah mengakses tentang sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bogor.
Dapat diakses dan disajikan secara real time dengan mudah dalam Big Data Dinas Pendidikan.

Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor Fifi Hanafiah memberikan penjelasan Aplikasi Satu Tas yang di luncurkan

“Seperti yang berkaitan dengan kondisi sekolah diantaranya gedung beserta isinya, tenaga pendidik dan kependidikan, peserta didiknya, capaian prestasi akademiknya dan non akademiknya,” kata Fifi kepada wartawan, Rabu (14/11/2022) melalui WhastAapnya.

Bacaan Lainnya

Dengan begitu, kata Fifi, setiap kebijakan pemangku kepentingan pendidikan memiliki sumber data yang valid dan reliabel dalam menyusun perencanaan dan kebijakan pendidikan.
“Berdasarkan basis data yang akurat dalam mengukur capaian kualitas pendidikan, pemerataan dan akses pendidikan, sarana dan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bogor,” terangnya.

Aplikasi tersebut pun dapat diakses oleh publik yang sedang membutuhkan informasi seputar pendidikan di Kabupaten Bogor.

Selain itu, untuk mendogkrak RLS Kabupaten Bogor, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Disbudpar, Kecamatan Sukamakmur, PKBM Sukamakmur, Asosiasi Usaha Pariwisata Sukamakmur, dan Paguyuban Kepala Desa Sukamakur dalam program Paket A, Paket B, dan Paket C.
“Sasaran utamanya adalah warga Bogor yang berusia antara 25 tahun keatas sampai batas usia 58 tahum sehingga diharapkan capaian rata-rata,” tandasnya.
“Kita juga berkerjasama dengan PKBM Sukamakmur, Asosiasi Usaha Pariwisata Sukamakmur dalam melaksanakan pemodelan kerjasama,” tambahnya.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin (kanan) berfoto bersama dengan Fifi Hanafiah

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengapresiasi langkah Wandik Kabupaten Bogor dalam melakukan optimalisasi sistem informasi data dan percepatan kenaikan RLS itu.

Pria yang disapa Burhan ini menyebut, akan memaksimalkan program beasiswa karena hal itu merupakan visi misi dari program Pemkab untuk membantu masyarakat yang putus sekolah.
“Kita genjot program beasiswa karena itu visi misi kita untuk Bogor cerdas dan itu mendorong rata-rata lama sekolah. Itu salah satu program kita,” jelas Burhanudin. (adi).