Tidak Mau Ketinggalan perkembangan SMPN 5 Gelar Pentas Seni Ngigelan Jaman 2023, Ngidung Ka Waktu Mibapa Ka Jaman

Penulis: Adi Apeng
Editor: Adi

depokupdate.id, Beji – Pentas seni yang digelar terlihat cukup meriah di SMPN 5 Depok itu sekaligus mengantar perpisahan untuk siswa kelas 9 tahun pelajaran 2022-2023, hingga menyelesaikan rangkaian proses pembelajaran yang dilaksanakan selama 3 tahun. Semangat dan riang gembira para siswa/i menampilkan beberapa seni budaya, adat yang terdapat di beberapa Provinsi di Indonesia.

Gelaran pentas seni yang pertama ini di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Mandar No. 30, Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok. Dengan mengusung filosofi Sunda sebagai tema ‘Ngigelan Jaman 2023, ngidung ka Waktu, Mibapa Ka Jaman’.

Secara resmi kegiatan dibuka Kepala Sekolah SMPN 5 Gesit Inderbuana. SPd, dihadiri oleh seluruh murid kelas 7, 8 dan 9 beserta orangtuanya, Ketua komite sekolah Suprianto, para guru- guru SMPN 5 Depok.

Kepala Sekolah Gesit Inderbuana mengatakan, bahwa zaman sudah sangat maju sehingga hal-hal yang bersifat seni tradisional semakin ditinggalkan oleh anak-anak remaja. Maka event ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk tetap menjaga kelestarian budaya Bangsa.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kegiatan ini ditandai dengan gelaran seni yang menampilkan puluhan siswa untuk menari tradisional, SMPN 5 ikut melestarikan budaya bangsa yang semakin terkikis dengan budaya modern dari barat,” kata Gesit Inderbuana, kepada wartawan, Senin (19/06/2023).
“Sekolah menfasilitasi bakat dan minat siswa di bidang seni, sebab selama belajar mereka mengikuti eskul iya inilah saat ini mereka menampilkan bakatnya,” tambah Gesti.

Kepala Sekolah SMPN 5 Depok Gesit Inderbuana, saat menyaksikan pementasan seni para murid-muridnya di halaman Sekolah SMPN 5 Depok bersama para guru-guru dan para orang tua murid

Gesit panggilan akrabnya ini menjelaskan, tema yang diangkat kali ini memiliki arti menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa tercerabut dari akar budaya sendiri. dalam menghadapi kecakapan abad 21 di era Revolusi Industri 4.0 (four point zero).

“Tema ini menjadi pesan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam era yang berubah dengan cepat, terlebih dengan kemajuan teknologi. Kami fokus terhadap seni budaya lokal, dan Indonesia ini sangat penting untuk terus mengkontekstualkannya dalam kondisi kekinian,” ujarnya.

Akhir dari wawancara, Kepala Sekolah menyampaikan harapannya yang tinggi bahwa siswa lulusan SMPN 5 Depok bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Menata serta mempersiapkan masa depan dengan baik, tetap mengutamakan akhlak dalam bersikap.

Sementara itu Ketua panitia Dewi Destriawati, mengatakan, gelaran melibatkan kurang lebih 100 anak-anak yang merupakan siswa ekskul Seni Tari, Seni musik dan menampilkan band. pada pentas seni ini lanjut Dewi, selain diikuti perorangan juga tim. Sehingga pada diri mereka akan muncul inovatif, kreatif, kolaboratif dan sebagainya.

“Pentas Seni yang diadakan di SMP Negeri 5, bertujuan untuk melatih kemampuan berkreativitas anak-anak didik kami siswa SMP Negeri 5, berkarya, tampil berani ke depan publik, menampilkan hasil eskul dari pelajaran implementasi yang sudah dilaksanakan selama 1 tahun,” ucap Dewi.

“Inilah prosesnya mengikat kuat pada akar budaya sendiri menjadi sangat penting agar nilai-nilai, pandangan hidup dan kekhasan budaya yang menjadi identitas kita tidak hilang,” paparnya .

“Harapan kami semua siswa dapat lebih berkreasi, lebih berkarya, lebih bisa menampilkan ide-ide yang ada pada mereka sehingga apa yang mereka inginkan diimplementasinya. Sesuai dengan tema kami hari ini dapat terlaksana, mendapatkan siswa/i yang berkualitas, berketuhanan Yang Maha Esa dan berkebhinekaan,” sambungnya.

“Kepada para siswa/i kami juga menghimbau untuk selalu berkarya, untuk selalu dapat mengembangkan bakat, dapat mewujudkan cita-citanya sehingga membawa harum nama keluarga, membawa harum nama SMP Negeri 5 dan membawa harum nama bangsa,” pungkasnya.