Tahun Ini DED Pelebaran Jalan Raya Cipayung Akan di Revisi Jadi Dua Jalur

Penulis: adi apeng
Editor: adi

depokupdate.id, Cipayung – Bojong Pondok Terong, Masyarakat Kecamatan Cipayung, kembali menyuarakan terkait kapan realisasi pelebaran Jalan Raya Cipayung. Hal itu disampaikan, usai Taraweh Keliling (Tarling) tingkat Kota, di Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) Kecamatan Cipayung, Selasa (26/3/2024).

Walikota Depok Mohammad Idris, usai Tarling membacakan usulan ataupun aspirasi dari masyarakat itu.

“Usulan lainnya yakni, pembangunan Jalan Raya Cipayung, dari jembatan serong ke arah Citayam,” tukasnya.

Bacaan Lainnya

Ia memaparkan, jika Damija atau ROW jalan raya Cipayung dilebarkan menjadi 5 meter, maka akan perlu pembebasan lahan.

“Kalau kurang lahannya, akan kita bebaskan, karena jika ROW jalan lebarnya 5 meter, perlu pembebasan lahan. DED jalannya, akan direvisi tahun ini,” tegasnya.

Idris menjelaskan, Ada kajian dari PUPR, kalau ROW 5 meter, ada bagian tertentu yang harus dibebaskan.
“Untuk pembebasan lahannya, lagi di lihat, bila bisa di ABT, kalau tidak perlu ya tidak usah,” ulasnya.

Kata Idris, pelebaran jalannya itu ke sisi kali, yang sekarang di tempati PKL, itu tanah negara.
“Lebarinnya ke kali, ada yang sekarang ditempati PKL, itu akan dijadikan jalan semua, turapnya akan diperkuat,” tegas Idris.

Pelebarannya itu, imbuhnya, dari jembatan serong ke arah Kantor Kecamatan Cipayung, bukan yang dari Pitara.
“Dari jembatan serong, ngidulin ke arah kecamatan. Kalau yang ke Pitara, lebih prioritasnya ke turap, turap ini tanahnya milik Provinsi BBWSCC,” pungkasnya.

Daerah Milik Jalan (DAMIJA) atau Right Of Way (ROW) adalah, area di sekitar jalan yang merupakan milik pemerintah atau otoritas setempat, yang bertanggung jawab atas pengelolaan jalan tersebut. (**).