“Ini bukan semata-mata persoalan siapa yang menjadi ketua. Ini adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan organisasi, membuka ruang regenerasi, dan mengembalikan Partai Golkar Kota Bogor sebagai rumah besar yang demokratis bagi seluruh kader,” demikian kesepakatan ketiga bakal calon.
Mereka berharap Musda DPD Partai Golkar Kota Bogor dapat dilaksanakan secara jujur, terbuka, demokratis, serta bebas dari tekanan dan intervensi kepentingan tertentu.
Tunggu Tanggapan Petahana
Hingga berita ini diturunkan, Rusli Prihatevi belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan pencalonan dirinya.
Musda DPD Partai Golkar Kota Bogor dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan akan menentukan arah kepemimpinan partai 5 tahun ke depan.
Sesuai UU Pers No. 40/1999, redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait. (DVID)
