Ketua Yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah Angkat Bicara Terkait Klaim Pengurus DKM

Penulis: YN
Editor: PRM

SUKMAJAYA, depokupdate.id – Pemimpin yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah, Nazmudin, yang didaftarkan melalui akta notaris no.08 tanggal 12-08-2022, menyatakan bahwa terjadi perselisihan dalam kepengurusan yayasan Masjid Al-Istiqamah.

Nazmudin menjelaskan, meskipun kepengurusan tersebut diakui secara legal oleh negara, pihak tertentu (mantan pengurus DKM) menganggapnya tidak sah dan ilegal. Ini diungkapkan setelah acara Tarhib Ramadan 1445 H, di Masjid Al-Istiqamah, Jalan Merdeka Raya RW 07, Depok II Tengah, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Menurut Nazmudin, pihak pengurus lama (DKM) merasa bahwa pergantian pengurus DKM baru, yang termasuk pemilihan ketua DKM periode 2024-2027, dianggap ilegal karena mereka tidak diberi pemberitahuan.

Bacaan Lainnya

” Pergantian pengurus DKM baru dianggap ilegal karena pengurus lama tidak diberitahu sebelumnya,” kata Ketua yayasan Al-Istiqamah, Rabu (06/03/2024).

Nazmudin menjelaskan pihak yayasan telah memberikan pemberitahuan kepada pengurus sebelumnya sebelum melakukan pergantian kepengurusan.

“Kami sudah memberi surat, tetapi dikembalikan tanpa dibaca,” kata Nazmudin.

Nazmudin juga menambahkan bahwa niat baik dari pihak yayasan adalah untuk mencapai kesepahaman dan mengakomodasi kepengurusan yang ada.

“Pergantian Ketua DKM ini merupakan kesepakatan antara pengurus RT dan masyarakat, bukan hanya jamaah tetap tetapi juga masyarakat,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar kepengurusan Ketua DKM bergiliran setiap tiga tahun.

“Tiga tahun kepengurusan yayasan dan Ketua DKM dari RW 09, tiga tahun kepengurusan yayasan dan ketua DKM dari RW 07.”

Menanggapi keberadaan yayasan Al-Istiqamah yang telah memiliki akta notaris, Nazmudin menyatakan bahwa pengurus lama DKM tidak mengetahui pelantikan pengurus yayasan baru. Dia menjelaskan bahwa pembentukan pengurus yayasan baru merupakan inisiatif dari tiga pembina yayasan dari RW 07 dan tiga dari RW 09.

“Dari enam pembina yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah, saya dipilih sebagai ketua yayasan,” katanya.

Namun, pengurus yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah yang baru, yang mencakup TK, TPA, DKM, dan unit usaha lainnya, masih belum diakui oleh pengurus DKM yang lama, tambah Nazmudin.

Pendapat yang serupa disampaikan oleh Reza Muhammad Noor, selaku Pembina Yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah, menurutnya, permasalahan yang terjadi adalah masalah keorganisasian yang harus diselesaikan secara internal. Reza juga menegaskan bahwa pengelolaan DKM harus menjadi tanggung jawab yayasan.

“Pemilihan yang kami anggap ilegal juga dapat dianggap sebagai bentuk kudeta,” jelasnya.

Reza menyatakan bahwa mereka telah berupaya untuk berdialog namun pihak yang mengklaim DKM terpilih selalu menghindar dan bersikap pasif-agresif.

Pihak yang mengklaim sebagai Ketua DKM melalui pemilihan jamaah tetap, Indra Gunawan, menyerukan adanya perombakan total di struktur yayasan Al-Istiqamah Depok II Tengah, “Ada perombakan total di struktur yayasan,” tandasnya.