Hj. Eny Retno Yaqut: Peran Penting Muslimat NU Jadi Agen Perubahan

Penulis: Adi Mahmudi

depokupdate.id, Depok – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok, kembali mengadakan Pengajian Rutin bulanan. Kali ini nampak istimewa dengan kehadiran Hj. Eny Retno Yaqut, Istri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, sekaligus memberikan informasi mengenai program Dharma Wanita Pusat Kementerian Agama (Kemenag) RI, yang dirangkai dengan Harlah Pancasila.

Pengajian yang digelar di Masjid Balaikota Depok itu, pada hari Kamis (01/06/2023), dihadiri ratusan muslimat Nahdlatul Ulama sejadebotabek beserta dengan badan lainnya. Kegiatan dimulai dengan tahlil besar dan sholawatan.

Hj. Eny Retno Yaqut, menyampaikan meng-apresiasi penuh kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan oleh Muslimat NU Kota Depok.

Bacaan Lainnya

Hj. Eny, sapaan akrabnya juga menyampaikan agar dalam setiap kegiatan pengajian juga mengajak turut serta anak-anaknya. Hal tersebut dimaksudkan agar penanaman nilai-nilai akhlak mulia sudah tertanam sejak dini melalui pengajian-pengajian.

“Kalau ada pengajian, ibu-ibu juga mengajak anak-anaknya. Karena dengan seperti ini, nilai-nilai agama, akhlak yang mulia mampu tertanam kepada para generasi,” ujar Hj. Eny kepada wartawan, Kamis (01/06/2023), usai menghadiri pengajian rutin Muslimat NU Kota Depok.

Ia juga mengajak seluruh jemaah bahwa era distrubsi sekarang ini meniscayakan kehadiran media sosial yang berkembang dengan sangat cepat. Ekses dari era distrubsi ini adalah dislokasi intelektual dan kultur yang mendorong semuanya menjadi serba instan.

Akibatnya menurut Istri Menag, saat ini banyak anak muda milenial belajar agama tidak pada para kiai atau ustad lagi yang ahli di bidangnya.

“Mereka belajar agama dari internet. Disini terjadi jalur keilmuan yang tidak tepat. Generasi milenial tidak belajar di masjid, pesantren atau surau tetapi melalui sarana digital,” ungkap Hj Eny.

Muslimat NU berperan strategis Peran sangat besar utamanya dalam memberikan pendidikan agama, membangun peradaban, memperbaiki diri kepada masyarakat,

Hal tersebut kata Hj Eny, sangat rentang terhadap masuknya paham ekstrimisme utamanya melalui media sosial. Peranan Muslimat NU harus terus memberikan peran dan kontribusi aktif dalam penguatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.

Untuk itu lanjut Hj. Eny, untuk memahami fenomena sosial ini. Salah satunya adalah dengan strategi komunikasi yang tepat untuk memahamkan generasi millenial agar tidak terjebak pada pemahaman ekstrimisme. Berguru dengan materi keagamaan melalui media sosial ada kelebihan dan kekurangannya.

“Bahwa era distrubsi sekarang ini meniscayakan kehadiran media sosial yang berkembang dengan sangat cepat. Ekses dari era distrubsi ini adalah dislokasi intelektual dan kultur yang mendorong semuanya menjadi serba instan,” tandas Hj Eny.

Akibatnya menurut Hj. Eny, saat ini banyak anak muda milenial belajar agama tidak pada para kiai atau ustad lagi yang ahli di bidangnya. “ Mereka belajar agama dari internet. Disini terjadi jalur keilmuan yang tidak tepat. Generasi milenial tidak belajar di masjid, pesantren atau surau tetapi melalui sarana digital,”ungkap Hj Eny.

Muslimat NU perlu mempertajam strategi komunikasi dalam menjawab tantangan millenial ini. “Caranya dengan mengajak ngaji, baca Alquran yang menarik, mudah dicerna dan bebas dari bias. Dan ini menjadi langkah dalam memperkuat moderasi beragama,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua PC Muslimat NU Kota Depok Dra. Hj. Luluk Muflihah, MA, menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kunjungan Ketua DWP Kemenag RI Bu Hj Eny Retno Yaqut, hadir di acara pengajian Muslimat NU Kota Depok. Dirangkai dengan Harlah Pancasila tema kali ini “Menguatkan Peran Muslimat NU Dalam Membangun Peradaban”.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Eny Retno dan sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag RI. Semoga berkah,” ucap hj. Luluk.

Muslimat NU terus memberikan peran dan kontribusi aktif dalam penguatan keagamaan, sosial dan juga kemasyarakatan bagi warga Kota Depok.
“Peringatan Pancasila tahun ini adalah “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”, tuturnya.

Nampak hadir Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU, termasuk ketuanya yakni Dra. Hj. Luluk Muflihah, MA., para pengurus anak cabang (PAC) Muslimat NU se-Kota Depok, Ketua Koperasi Annisa Muslimat NU Dra. Hj. Nursi Asyirawati, M.Si., Pengawas Koperasi Annisa Hj. Dewi Syarifah, Hj. Neni Argaeni, Hj. Titiek Aisyah, ibu mantan Wakil Wali Kota Depok, Hj. Yuyun, dan ribuan muslimat Nahdlatul Ulama sejadebotabek beserta dengan badan lainnya. (Adi).