Disdamkar dan Penyelamatan Gandeng RSUD Kota Depok Gelar Pelatihan K3RS Tangani Bagaimana Cara Tanggulangi Bencana

depokupdate.id, Sawangan – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok menggandeng RSUD menggelar Pelatihan penanganan penanggulangan bencana dengan Instalasi Keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit (K3RS) di RSUD Kota Depok, selama dua hari dari tanggal 19 sampai dengan 20 juli 2022, di aula RSUD Depok.

Kegiatan ini diikuti 40 pegawai dan staf RSUD Depok yang terdiri dari pejabat struktural, tenaga medis, administrasi, Pelatihan ini bertujuan membentuk kesiapsiagaan petugas tenaga medis dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran dan memahami cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Kebakaran di rumah sakit perlu penanganan khusus, karena didalamnya dihuni oleh orang sakit yang penuh keterbatasan fisik, sehingga diperlukan respond time yang optimal, ini dapat terwujud ketika seluruhnya mampu menunjukkan peran yang tepat dalam melaksanakan prosedur dan menguasai teknik pengendalian,” ucap kepala seksi Penyuluhan dan Peran serta Masyarakat pada Disdamkar dan Penyelamatan Kota Depok, Syarif hidayat, S.STP sebagai pemberi materi, Selasa (19/7/2022) usai memberikan materinya.

Bacaan Lainnya

Pria yang akrab di sapa Syarif ini mengungkapkan, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan penanggulangan bencana di RSUD Kota Depok, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok memeberikan edukasi dan pelatihan bagaimana prosedur keadaan darurat kebakaran dan bencana lainnya.

Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori, bersama disdamkar dan penyelamatan Kota Depok foto bersama usai ikuti pelatihan

“Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pencegahan dan Penanggulangan Bencana ini bagaimana cara menangani dan antisipasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran,” papar Syarif yang saat di bantu oleh 4 stafnya.

Lebih lanjut Syarif mengutarakan, hal ini mencakup tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat/lingkungan kerja, pengenalanan jenis api, peralatan pemadam kebakaran, sampai dengan cara penggunaan peratalan pemadaman api baik yang tradisional maupun modern serta mengaplikasikan teknik penanggulangan dan pemadaman kebakaran menggunakan peralatan pemadaman api tersebut.
“Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, dan keselamatan kerja, umumnya masih dirasakan sangat kurang, khususnya bagi masyarakat umum. Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian,” kata Syarif.

Syarif mengatakan, untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang api yang memadai.

“Kami dengan staf memberikan inovasi bagaimana cara menangani kebakaran dengan benar dan tepat serta cara penggunaan alat yang akan digunakan dalam memadamkan api,” ujarnya, seluruh peserta pun dengan antusias mengikuti arahan yang diberikan.

Dilanjutkan dengan Pengenalan alat – alat yang digunakan saat terjadinya kebakaran dan bagaimana sikap yang harus dilakukan saat terjadinya kebakaran, kemudian dilanjutkan materi tentang tentang peralatan pemadaman api baik yang tradisional maupun modern dalam hal ini APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan cara penggunaanya.

“Pelatihan ini sangat penting dan diperlukan seluruh pegawai terutama tenaga medis. Banyak faktor yang bisa mempercepat terjadinya bahaya api atau kebakaran bahkan ledakan, faktor-faktor tersebut kadang-kadang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang, padahal upaya pencegahan kebakaran lebih mudah dan lebih murah, dibandingkan upaya penanggulangannya,” pungkas Syarif. (Adi).