Biarlah Rakyat Yang Menentukan, Cawapres Anies Jangan Ada Kawin Paksa

DEPOKUPDATE.ID, JAKARTA – Menjelang satu tahun Pemilu 2024 semua partai politik saat ini sedang berbenah melakukan persiapan terkait pemilu Presiden dan Wakil Presiden, hal ini pun terjadi dengan rencana yang akan dilakukan oleh Koalisi Perubahan yang kemungkinan terdiri dari Nasdem, PKS dan Demokrat, serta tidak menutup kemungkinan bertambah lagi dukungan dari parpol lain.

Deklarasi Anies Baswedan sebagai calon Presiden yang akan mereka usung dalam pilpres 2024 mendatang peta koalisi sudah mulai dapat kita prediksi.

Dewan Pendiri Barisan Nasional Komando Anies Baswedan 24 (BNKAB 24) DR Didin Supriadin M.Si, mengatakan, keputusan menentukan calon Presiden-calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sepenuhnya di tangan partai politik (parpol).
Akan tetapi Didin berharap supaya parpol tidak terlampau lama untuk menentukan siapa bakal calon yang akan diusung dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Yang paling penting kalau kami ya…Memang harus hati-hati dalam memutuskan calon, tapi juga jangan terlalu lama, sehingga rakyat nanti bisa menilai,” kata DR Didin, Sabtu (14/01/2023), melalui pesan whatsAppnya.

Bacaan Lainnya

DR Didin yang juga sebagai penasehat BNKAB 24 mengatakan, kewenangan buat memilih dan mengusung bakal capres ada di tangan partai politik. Akan tetapi, partai politik juga harus memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
“Sekali lagi pencalonan itu urusan parpol. Penentuan koalisi juga itu oleh partai politik,” ucapnya.

DR Didin menjelaskan, Koalisi perubahan memiliki pigur capres hanya Anies Baswedan, yang masih belum ada kata sepakat yakni cawapresnya, karena masih ada beberapa nama yg potensial seperti AHY, Aher, Andika Perkasa, Khofifah, atau nama lain yang potensial dari kalangan profesional yang bisa saja nanti akan muncul sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan.

Didin berpesan supaya partai politik tidak keliru dalam menentukan Capres-Cawapres 2024.
“Jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih rakyat,” kata Didin.

Kalau dilihat dari pengalaman dari pemilu ke pemilu, menurut Didin selalu posisi paket pasangan Capres dan Cawapres diumumkan selalu last minute, diakhir-akhir menjelang pendaftaran ke KPU.
“Iya harusnya yang bijaksana ada baiknya koalisi perubahan seyogyanya, posisi Cawapres bisa ditentukan oleh Capresnya, biarlah pak anies baswedan sendiri yang memilih biar tidak ada terkesan kawin paksa,” ungkap Didin, yang saat bersama Ketua Umum BNKAB 24 DR Fifi Hanafiah.

Yang terpenting lanjut Didin, siapapun Cawapresnya nanti, Parpol koalisi perubahan harus tetap solid, kompak, dan bekerjasama yang baik untuk meraih kemenangan, menjadikan pak Anies Baswedan menjadi Presiden di pemilu 2024.
“Jadi, tanpa menunggu waktu, bisa saja parpol koalisi perubahan melakukan deklarasi Capres bersam-sama ataupun masing-masing, soal Cawapresnya bisa menyusul nanti, tergantung waktu yang tepat, jadi posisi pak Anies bisa menjadi pemersatu di Koalisi Perubahan ini,” papar Didin.

Ketua Umum Komando Anies Baswedan 24 (BNKAB 24) DR Fifi Hanafiah bersama jajaran pengurus berkunjung ke kediaman Capres Anies Baswedan baru baru ini.

Sementara Itu Ketua Umum BNKAB 24, DR Fifi Hanafiah sempat membaca sebuah cerita soal pemilihan pilot di sebuah maskapai penerbangan.

Dalam cerita itu, kata Fifi, disebutkan bahwa calon pilot yang pertama berjanji akan mematuhi aturan penerbangan internasional dan terbang di ketinggian 30.000 kaki agar terpilih sebagai pilot.

Sementara, calon pilot yang kedua menyebut dirinya bakal menempatkan seluruh calon penumpang di kelas bisnis dan memberikan diskon tiket.
“Kalau yang sekarang pasti akan tertarik yang nomor dua, karena menyiapkan semuanya dipersiapkan kelas bisnis dan semua diberikan diskon tiket gratis,” jelas Fifi.

Menurut Fifi, pilot kedua inilah yang semestinya disikapi oleh para calon penumpang karena keputusan memilih pilot kedua didasari oleh alasan emosional dan kurang informasi.
“Dan sebetulnya tawarannya tidak masuk akal, sudah diberi kelas bisnis semuanya kemudian tiketnya didiskon, menarik sekali tapi tidak masuk akal,” sebut Ketua Dewan Pendidikan tersebut.

Fifi mengatakan, kesimpulan yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah pemilihan pilot dan kopilot atau Capres dan Cawapres harus dilakukan hati-hati agar jangan sampai salah pilih.
“Prinsip koalisi yang terpenting diperlukan jiwa besar, saling support, sinergi dan kolaborasi semua elemen baik parpol pengusung, pendukung ataupun relawan yang tergabung didalam pemenangan nanti,” ujar Fifi.

“Kami relawan Anies Baswrdan BNKAB 24, tengah menggelar dan terus lakukan koordinasi dengan relawan BNKAB 24 di seluruh Indonesia, untuk terus berikan dukungan pak Anies sebagai Capres 2024,” pungkasnya. (adi).