“Malaria ada, tapi kita bukan daerah endemi. Penderitanya ada di titik-titik tertentu karena mungkin berpindah dari Papua atau dari wilayah lain,” ujarnya
Dari sisi ADINKES Jawa Barat, Rusli menekankan bahwa pengentasan ATM tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, namun diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, Bappeda, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta melalui program CSR.
Ia menambahkan, perencanaan penanganan kesehatan di Kota Depok dinilai sudah relatif tertata.
Sejumlah program dan anggaran kesehatan telah masuk dalam perencanaan daerah, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan ATM.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mengatasi AIDS, TBC, dan malaria hingga mencapai target eliminasi pada 2030.
“Adanya kontribusi multipihak sesuai dengan perannya masing-masing, sehingga kita bisa menyelesaikan ini sesuai dengan kapasitasnya,” pungkas Rusli.



