Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah Porprov tidak datang setiap waktu.
Jawa Barat memiliki 27 kabupaten/kota, sedangkan penyelenggaraan Porprov dilakukan secara berkala dengan pembagian tuan rumah.
“Jadi, ini saatnya kita harus berbangga Depok dipilih menjadi tuan rumah,” kata Heri.
Selain aspek olahraga, Heri melihat penyelenggaraan Porprov juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi Kota Depok.
Kedatangan kontingen dan perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Barat dinilai dapat memberikan multiplier effect bagi sektor usaha lokal.
Ia memperkirakan ribuan orang dari berbagai kabupaten dan kota akan hadir di Kota Depok selama penyelenggaraan Porprov.
“Ini bisa memberikan multiplier effect khususnya bagi UMKM, bagi dunia usaha di sini, bagi hotel-hotel dan lain-lain,” ujarnya.
Heri mengatakan sejumlah hotel bahkan telah menerima pemesanan untuk kebutuhan Porprov.
Kondisi tersebut menurutnya, menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang ikut bergerak menjelang penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.
Ia berharap pelaku UMKM dan dunia usaha lokal juga dapat merasakan dampak positif dari kedatangan peserta dan pendukung Porprov.
Di sisi lain, Heri mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada para atlet Depok yang akan bertanding membawa nama Kota Depok.
“Mari mohon dukungan masyarakat Depok menjadi tuan rumah menjadi suatu kebanggaan buat kita dan ini menjadi catatan sejarah juga buat kita,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga dalam ajang multi-event olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
“Mohon dukungan para atlet kita yang akan bertanding membela nama Kota Depok di Porprov, ajang multi event terbesar di Jawa Barat,” pungkasnya.



