Selama kunjungan, delegasi UI juga mengunjungi Berkeley SkyDeck, sebuah lembaga akselerator dan inkubator teknologi di UC Berkeley, serta SCET (Berkeley Sutardja Center for Entrepreneurship & Technology), pusat akademik di School of Engineering UC Berkeley yang menjadi tempat insinyur dan ilmuwan berkumpul untuk berinovasi, memproduksi, dan mengkomersialisasikan produk teknologi mereka.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membangun kemitraan yang kuat dengan UC Berkeley.
Delegasi UI juga berkesempatan bertemu langsung dengan tiga dosen FTUI yang saat ini sedang mengikuti program Visiting Research Young Scholar di UC Berkeley. Salah satunya adalah Dr. Dipl.Ing. Nuraziz Handika, Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI dan menjelaskan, pengalaman riset bersama profesor dan tim dari UC Berkeley sangat memperkaya perspektif ilmiahnya.
“Berinteraksi langsung dengan para peneliti terbaik dunia memberi saya insight baru dalam bidang keilmuan yang saya tekuni. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk membangun kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari langkah UI untuk memperluas jejaring internasional dan memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem riset dan teknologi global. FTUI telah menyelenggarakan Program Internasional Short Course in Engineering yang merupakan program kerjasama antara FTUI dengan UC Berkeley dan Nanyang Technological University (NTU). Sebanyak 16 mahasiswa dari dua universitas berpartisipasi dalam program yang berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 8 hingga 11 Januari 2025, dengan mengusung tema “Artificial Intelligence and Entrepreneurship in Engineering”.