“Tidak pernah ada niat untuk membatasi kerja wartawan. Yang kami benahi adalah internal sekretariat agar pelayanan kepada tamu berjalan lebih baik,” jelasnya.
Permohonan Maaf dari Staf
Dalam kesempatan yang sama, staf sekretariat bernama Devi turut menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas insiden tersebut. Ia mengakui kekhilafan yang terjadi dan berjanji menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme dalam bekerja.
Acara klarifikasi dan permohonan maaf itu turut disaksikan Hakim Siregar dan Teguh, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol bahwa persoalan telah diselesaikan secara baik.
Insiden ini sebelumnya mencuat setelah seorang wartawan disebut mengalami pengusiran saat hendak melakukan peliputan di Gedung DPRD Kota Depok. Dengan adanya pernyataan terbuka dari pihak sekretariat, diharapkan komunikasi antara lembaga legislatif dan insan pers ke depan semakin solid dan profesional.



