“Selain itu kami juga membagikan 50 kantong pupuk kompos gratis dengan kemasan kurang lebih lima kilogram secara gratis kepada masyarakat. Pembagian pupuk ini merupakan hasil pengolahan sampah organik dan menjadi bagian dari rangkaian aksi HPSN,” tambahnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Menurutnya, metode ini dapat menjadi solusi percepatan pengurangan sampah karena maggot mengonsumsi sampah organik rumah tangga sebagai pakan utamanya.
“Hari ini ada dua komunitas yang terlibat, salah satunya memang kounitas yang rutin mendukung kegiatan kami. Ke depan tepatnya 3 Maret nanti kami juga akan menggelar deklarasi peduli sampah yang melibatkan Forkopimda, komunitas, dunia pendidikan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat,”
“Harapannya semua bisa berkolaborasi, karena kalau pemerintah berjalan sendiri tentu akan terasa berat,” tandasnya.



