“Peran media sangat penting dalam pembangunan desa, karena media dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujar Dwi Fajar Nirwana.
Ketua Panitia MUNAS SWI 2026, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, MBA, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak bersifat seremonial semata, melainkan memiliki nilai pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini tidak hanya seremonial, namun diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh komponen masyarakat.”
Menurutnya, nilai-nilai pemberdayaan dan gotong royong harus menjadi tradisi dan aktualisasi nyata dalam menjaga budaya kebersamaan serta mengoptimalkan lahan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.
“Dengan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Boyolali, Panitia MUNAS SWI optimistis agenda nasional tersebut dapat berjalan sukses sekaligus memberikan dampak sosial, ekonomi, dan edukatif yang nyata bagi masyarakat Boyolali dan sekitarnya.” tandas Prof Supiyat Nasir. *



