BALAIKOTA, depokupdate.id – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok dalam menjaga layanan literasi bagi masyarakat.
Memasuki tahun 2026, Diskarpus tetap menggenjot kinerja melalui pembinaan dan evaluasi program kerja sebagai upaya menjaga mutu dan pemerataan layanan.
Kepala Diskarpus Kota Depok, Utang Wardaya, mengatakan evaluasi tersebut menjadi momentum untuk memastikan setiap program tetap berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Walaupun anggaran 2026 terbatas, peningkatan layanan tetap kami lakukan,” tuturnya.
” Tahun ini, pelaksanaannya lebih fokus dan terarah, serta membutuhkan banyak kolaborasi dan kerja sama dengan komunitas untuk mendorong sinergi kemajuan ke depan,” sambungnya, Rabu (14/01/2026).
Komitmen itu tercermin dari capaian Perpustakaan Keliling (Pusling) sepanjang 2025 yang berhasil menjangkau 715 titik lokasi, melampaui target 550 titik. Capaian tersebut memperkuat peran Pusling sebagai ujung tombak pemerataan layanan literasi hingga ke lingkungan masyarakat.
“Pusling menjadi sarana penting untuk menghadirkan layanan baca langsung ke warga. Capaian ini harus terus dijaga dan dikonsistenkan,” jelasnya.
Tak hanya mempertahankan capaian, Diskarpus juga menyiapkan langkah baru pada 2026 melalui perluasan minat baca dan pemerataan layanan. Dua Spot Baca Masyarakat akan dihadirkan di Alun-alun Timur dan Alun-alun Barat Kota Depok agar ruang publik juga menjadi ruang literasi.
“Warga dapat membaca dan belajar di tengah aktivitasnya. Ini bagian dari upaya menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat dan inklusif,” tambahnya.
Dari sisi penguatan budaya baca, Diskarpus terus menggerakkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui pembinaan dan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan secara daring. Kegiatan tersebut melibatkan penulis, penyair, serta narasumber kompeten lainnya dari berbagai komunitas literasi.



