“Alhamdulillah, Kelurahan Duren Seribu kembali dipercaya menjadi pilot project. Untuk mendukung optimalisasi program, distribusi ember biru sudah dimulai sejak 20 Januari 2026 dan dilakukan secara bertahap ke seluruh RW,” ungkapnya.
Dalam proses pendistribusian, pihak kelurahan bersinergi dengan berbagai unsur, mulai dari kader Posyandu se-Kelurahan Duren Seribu, ketua RT dan RW, komunitas peduli lingkungan, tokoh masyarakat, hingga alim ulama. Sinergi lintas elemen ini diarahkan untuk menjadikan Program Ember Biru sebagai Gerakan Masyarakat Sadar Sampah.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi sirkular di tingkat warga.
Sampah anorganik dan minyak jelantah dikumpulkan sebagai tabungan warga melalui POM SS dan ditimbang secara rutin setiap satu bulan sekali.
“Sinergi lintas elemen ini menjadi kunci kelancaran penyaluran ember kepada warga,” katanya.
Dengan ribuan ember yang dibagikan kepada masyarakat, Sabani berharap Gerakan Ember Biru dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan serta peningkatan kualitas hidup warga Kelurahan Duren Seribu.
“Harapannya, program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.



