BOJONGSARI, depokupdate.id – Gerakan Ember Biru resmi dimulai di Kelurahan Duren Seribu (Duser) sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Program ini diresmikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasana, Senin 26 Januari lalu.
Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani menuturkan, kebersihan lingkungan menjadi salah satu prioritas utama sejak awal dirinya menjabat.
Menurutnya, Program Ember Biru menjadi langkah konkret untuk membangun kesadaran warga dalam menjaga kebersihan sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di tingkat kelurahan.
“Sejak awal menjabat, kebersihan menjadi fokus utama kami. Dengan adanya Gerakan Ember Biru ini, mudah-mudahan pelaksanaannya dapat berjalan maksimal dan warga tetap kompak menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).
Ia menjelaskan, program Ember Biru memiliki sejumlah tujuan strategis. Di antaranya mendorong pemilahan sampah organik berbasis rumah tangga, mewujudkan pengelolaan sampah terintegrasi skala kawasan, serta mengolah sampah organik menjadi pakan maggot.
Program ini juga mendukung terciptanya lingkungan yang ramah dan berkelanjutan, memperkuat kekompakan warga bersama kader PKK, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
“Ember biru digunakan sebagai wadah pemilahan sampah organik langsung dari rumah tangga,” jelasnya.
Sabani mengungkapkan, total ember biru yang disediakan untuk masyarakat mencapai sekitar 3.800 unit. Mekanisme pembagiannya dilakukan dengan satu ember besar untuk setiap 10 hingga maksimal 20 rumah, atau per dua kelompok dasawisma.



