BALAIKOTA, depokupdate.id – Maraknya penipuan digital menyasar kelompok lanjut usia (lansia), mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Depok memperkuat edukasi langsung di lapangan.
Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati menegaskan, pendekatan tatap muka menjadi langkah paling efektif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan.
“Lansia menjadi kelompok yang cukup rentan, karena itu kami hadir langsung agar mereka bisa memahami dengan jelas dan tidak mudah tertipu,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
Edukasi dilakukan melalui berbagai program jemput bola, seperti Gladis TikTok, Saba RW, Fastaraga, Fasta Marga, layanan Dejelitas, perekaman jemput bola, hingga kegiatan Car Free Day (CFD).
Dalam setiap kegiatan, petugas tidak hanya memberikan layanan administrasi kependudukan, tetapi juga menyampaikan sosialisasi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
Materi yang diberikan antara lain imbauan agar masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Disdukcapil, khususnya melalui telepon atau WhatsApp.
Mary menegaskan, Disdukcapil Kota Depok tidak pernah meminta data pribadi, kode OTP, maupun pembayaran dalam bentuk apa pun.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pendampingan langsung terkait penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD), termasuk proses aktivasi yang benar.
“Melalui edukasi langsung ini, kami ingin masyarakat benar-benar paham. Kalau ragu, jangan langsung percaya pastikan dulu ke kanal resmi Disdukcapil,” tandasnya.



