Selain tenaga dokter, RSUD ASA juga telah menyiapkan perawat khusus yang memiliki sertifikat layanan hemodialisa, sehingga layanan dapat segera beroperasi setelah semua persyaratan terpenuhi.
Dalam rangka mendukung layanan unggulan ginjal, RSUD ASA juga telah mengajukan permohonan penambahan lahan untuk optimalisasi pelayanan. Yang letaknya di sekitar RSUD ASA.
Selain infrastruktur, tantangan lainnya adalah dari sisi pembiayaan, terutama karena Kota Depok telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC).
Agar layanan ginjal dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, RSUD ASA harus mendapatkan persetujuan dari BPJS Kesehatan yang membutuhkan proses administrasi cukup panjang.
“Dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal, kami harus memastikan bahwa layanan ginjal ini bisa masuk dalam skema BPJS Kesehatan. Namun, itu membutuhkan persetujuan dan proses yang tidak singkat,” ungkapnya.
Meskipun melalui berbagai tantangan dan kendala, RSUD ASA tetap optimis bahwa layanan unggulan ginjal dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Depok.
“Kami mengerjakan semua ini secara simultan, mulai dari menyiapkan sarana prasarana, tenaga medis, hingga regulasi yang dibutuhkan, dengan dukungan maksimal dari stakeholder dan Pemerintah Kota Depok,”